Too Protect Children (Right or Not)
Tinggal di kota yang besar, penuh daya saing yang tinggi, menuntut setiap orang untuk berkerja full time untuk dapat bertahan hidup. Sebagian besar orang tua yang berkerja penuh di luar rumah, memaksakan kehendak untuk mem- protect anak-anaknya di rumah, dengan memberikan tanggung jawab sepenuhnya kepada pramusiwi / pengasuh. Ada baiknya anak dilayani oleh pengasuh, akan tetapi kalau membiarkan anak dilayani terus oleh pengasuh. Maka, selain mengganggu kemandirian, hubungan orang tua dan anak pun terancam renggang. Usia 0-12 Bulan : Stimulasi Tak Optimal Terlebih jika pengasuh bersikap overprotectif (terlalu melindungi). Misalnya tak berani membiarkan si bayi belajar berjalan sendiri karna takut jatuh. Usia 1-2 Tahun : Kurang Berkembang Kemampuan motorik (terhambat) : anak tak bisa memegang sendok, menuang air ke gelas, makan sendiri karena setiap hari selalu disuapin. Usia 3-5 Tahun : Jago Kandang Jika di rumah, ia periang, aktif, dan percaya diri. Tetapi di sekolah malah pendiam, pasif, dan pemalu. Ini karna di rumah serba dilayani sedangkan disekolah harus mandiri. Usia 6-8 Tahun : Lengket Dengan Pengasuh Tidak dapat mandiri. Anak belum dapat mandi sendiri, harus ditemani pengasuh. Ia pun lebih merasa kehilangan jika pengasuhnya pergi ketimbang orangtuanya. Usia 9-12 Tahun : Sulit Bergaul Kesulitan dalam bergaul dengan teman-temannya. Ia menggangap semua orang harus melayaninya, sehingga menjadi bos, baik di rumah, sekolah, dan lingkungan. Too – Protect (Terlalu Melindungi) Ada dua alasan utama mengapa orang tua menyerahkan tanggung jawab kepada pengasuh untuk menjaga anaknya : Orang tua terlalu sibuk bekerja di luar rumah. Si kecil merupakan anak kesayangan, sehingga ia diperlakukan istimewa, termasuk memiliki wewenang untuk memperlakukan pengasuh seenaknya. Apa yang sebaiknya dilakukan ? Berikan batasan kapan anak bisa minta bantuan pengasuh dan apa yang sebaiknya dikerjakan sendiri. Disiplin ini harus dipatuhi oleh pengasuh. Ajarkan kemandirian sejak kecil, hingga anak bisa melakukan rutinitasnya sendiri. (sesuaikan dengan usia anak ya.. Contoh : anak usia 3-5th : ajak dia siram bunga dengan menggunakan gayung kecil (khusus untuk anak2), ajar dia untuk makan sendiri. (proses kemandirian). Sediakan waktu khusus buat keluarga agar hub orangtua dengan anak bisa terjalin harmonis, sehingga kelengketan anak dengan pengasuh bisa diminimalkan. Seperti hari minggu / libur : ajak anak main ditaman, bermain bersama, bercanda bersama, main ayunan bersama.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda